Tips & Review

tips

Muncul Jerawat Setelah Coba Skin Care Baru? Bedakan Antara Jerawat Purging dan Breakout!

Tidak semua skin care baru yang kamu coba akan cocok pada kulit wajah. Ada dua kemungkinan yang terjadi: kulit kamu mengalami purging atau breakout.

21 Juni 2018

Tidak semua skin care baru yang kamu coba akan cocok pada kulit wajah. Sebagai reaksi, biasanya kulit wajah kamu akan mengeluarkan bintik-bintik kecil berwarna merah. Ada dua kemungkinan yang terjadi: kulit kamu mengalami purging atau breakout. Penting untuk mengetahui perbedaannya agar kamu tahu cara penanganan yang tepat.

Apa itu jerawat purging?
Jerawat purging merupakan kondisi yang timbul akibat penggunaan produk kosmetik atau skin care yang mengandung bahan aktif seperti AHA dan BHA. Akibatnya, kulit wajah akan tampak bersisik dan memiliki benjolan-benjolan kecil (beruntusan), tetapi akan menghilang tanpa adanya fase kemerahan atau radang. Cara mengatasi purging jerawat ini dengan menghentikan pemakaian skin care berbahan kimia yang sedang digunakan tersebut.
Namun demikian, penghentian tersebut harus dilakukan secara bertahap sehingga tidak membuat lapisan kulit mengalami syok. Jika kondisi semakin memburuk, ada baiknya jika kamu segera menghubungi dokter spesialis kulit terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.

Apa itu jerawat breakout?
Sementara itu, jerawat breakout adalah kondisi yang timbul akibat kulit tidak cocok terhadap kosmetik atau skin care dengan bahan kimia tertentu. Umumnya akan muncul jerawat disertai kemerah-merahan, nyeri, dan radang. Mengobati jerawat breakout memang terbilang cukup sulit dibandingkan dengan jerawat purging. Sebaiknya gunakan air hangat saat membersihkan wajah untuk membuka pori-pori.
Pastikan kamu mengaplikasikan pembersih wajah untuk kulit sensitif, kemudian bilas dengan air dingin agar pori-pori wajah tertutup kembali. Saat mengeringkan wajah, hindari untuk menggosoknya dengan handuk ataupun tisu wajah. Terlalu keras menggosok justru akan menimbulkan iritasi di permukaan kulit wajah. Lalu, aplikasikan pelembab non comedogenic yang cocok untuk kulit berjerawat, seperti PIXY White-Aqua Gel Day Cream.

Jadi, apakah harus berhenti pakai skin care baru?
Coba cek kembali kandungan dalam skin care. Jika di dalamnya terdapat bahan aktif, pemakaian bisa dihentikan sementara karena saat itu kulit sedang menyesuaikan diri (purging). Selama masa jeda ini, kamu bisa menggunakan skin care lain seperti rangkaian PIXY Facial Foam Anti Acne yang terdiri dari cleanser dan facial foam. Keduanya telah teruji klinis non-comedogenic dan non-acnegenik.

Bagaimana jika yang muncul jerawat breakout?
Apabila tidak ada bahan aktif yang terkandung dalam skin care, ada baiknya kamu segera menghentikan pemakaian produk agar jerawat breakout tidak semakin parah. Pada beberapa kasus, jerawat breakout ini juga bisa disebabkan oleh proses eksfoliasi yang berlebihan. Pasalnya, eksfoliasi yang berlebihan justru akan membuat lapisan kulit teratas terkikis sehingga kulit rentan iritasi dan muncul jerawat breakout.
Untuk mencegah munculnya jerawat breakout, kamu juga bisa mengubah pola konsumsi makanan, yakni dengan memperbanyak makan buah dan sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kulit. Selain itu, jaga kelembapan kulitmu dengan minum air putih setidaknya delapan gelas per hari. Hindari stres yang berlebihan agar hormon androgen penyebab jerawat breakout tidak muncul di permukaan kulitmu.

Baik jerawat breakout maupun purging adalah dua masalah kulit yang cukup mengganggu juga mengurangi rasa percaya diri. Saat berada pada kondisi ini sebaiknya kamu tidak menggunakan makeup yang terlalu tebal agar kulit wajah tetap bisa bernapas. Jika terpaksa harus ber-makeup, pastikan kamu menggunakan produk khusus untuk kulit berjerawat. Jangan lupa untuk membersihkan wajah agar sisa makeup tidak menempel dan memicu komedo serta jerawat.